Digrebek Main Judi di Warung

Digrebek Main Judi di Warung

Aku memiliki sebuah kisah tak terlupakan, dimana ketika masa muda ku pernah sekali digrebek main judi online dalam warung milik teman baik saya. Kala itu kami masih menjadi pelajar SMA dimana jiwa muda ini sedang nakal – nakal nya, dan memang hal paling buruk yg pernah kami lakukan adalah bermain judi online.

Waktu masih bersekolah dulu selama 1 tahun kami selalu bermain judi, tanpa diketahui oleh teman & keluarga. Oleh karena teman ku bernama Yandi memiliki sebuah warung dipinggir jalan, orangtuanya sering pergi meninggalkan rumah disore hari untuk berkebun. Yandi sering diminta ayah dan ibu nya buat menjaga warung tersebut.

Di warung tersebut lah aku dan Yandi sering bermain taruhan judi slot online terbaru, ketika orangtua nya sudah pergi kami melancarkan aksi. Warung langsung kami tutup supaya main judi Slot Joker123 Gaming nya lebih seru, kemudian suatu hari kami dicurigai oleh ayah Yandi. Lalu ketahuan dan di grebek hingga tidak bisa berbohong lagi, saat itu barang bukti seperti HP yang sedang daftar joker123 Slot dan token untuk transaksi juga ada disana.

Digrebek Main Judi di Warung Oleh Bapak Yandi

Digrebek Main Judi di Warung

Untung nya yang menangkap basah saya dan Yandi adalah bapaknya, tidak bisa dibayangkan kalau hal ini sampai ke pihak kepolisian. Bisa – bisa kami saat ini masih berada didalam penjara, namun tetap saja ayahnya Yandi sangat marah dengan hal yg kami lakukan selama berada didalam warung tersebut.

Alasan kami bermain judi online ini adalah karena mau dapatkan uang lebih banyak, usaha yg saya & Yandi lakukan dengan mencari tahu berbagai macam informasi pertandingan sepak bola. Ternyata kadang kemenangan berhasil diraih, sehingga memberikan hasil hadiah uang asli hingga belasan juta.

Tapi uang kemenangan main tebak skor pertandingan sepak bola malam ini tidak pernah terlihat, karena duit nya kami gunakan untuk kesenangan yg lainnya. Yandi benar – benar habis dimarahi oleh bapak nya, namun aku ikut merasa bersalah. Dari situs kami sudah berjanji untuk tidak lagi bermain judi, serta tidak akan mengecewakan orang tua lagi.